Selasa, 15 Februari 2011

Berkebun di Rumah yang Berlahan Sempit




Bila menilik kalimat berkebun. Pikiran Anda mungkin membayangkan hamparan tanah luas dengan beraneka tanaman baik buah, sayuran ataupun bunga. Bagaimana dengan berkebun di rumah? Imajinasi yang terhidang di depan mata adalah sebuah rumah dengan pekarangan luas. Lahan sekitar rumah ditumbuhi berbagai tanaman sayur, buah maupun bunga. Nyaman dan tentu saja menyehatkan. Bila menilik kenyataan yang ada saat ini, masih banyakkah rumah dengan pekarangn luas?

Masih ada, bila Anda hidup di desa. Bagaimana kondisi di perkotaan? Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Lahan untuk perumahan sudah semakin terbatas. Pembuatan rumah menganut paham efisiensi lahan karena harga tanah yang semakin mahal. Saat ini, membeli rumah merupakan hal yang istimewa. Memiliki Rumah meski sempit dan menyisakan sedikit lahan kosong sudah merupakan karunia indah tak terhingga.

Berkebun di Rumah

Meski Anda mempunyai lahan sisa yang sempit di rumah, tapi Anda masih tetap bisa berkebun. Kenapa harus susah-susah berkebun? Bumi semakin tua. Semakin panas. Sudah saatnya kita membantu meringankan beban bumi tercinta dengan berkebun di rumah, meskipun lahan yang kita punya sangat sempit.

Konsep berkebun yang dimaksud disini adalah membuat rumah Anda menjadi lebih hijau dan sejuk, baik untuk penghuni rumah maupun tetangga di sekitar rumah Anda. Udara perkotaan identik dengan panas menyengat dan polusi tinggi. Tanaman berhijau daun dapat memproduksi oksigen di siang hari. Secara logika, semakin banyak tanaman di rumah Anda semakin banyak pasokan oksigen di sekitar Anda. Tentu saja akan membuat rumah Anda lebih sehat karena sirkulasi oksigen yang lancar dari luar rumah. Yang kemudian memiliki imbas tak langsung, rumah Anda menjadi lebih sejuk.

Tapi mana mungkin berkebun di lahan seluas 2 x 5 meter? Mungkin saja. Bahkan lebih kecil dari ukuran tersebut juga bisa.

Pot Penyelamat

Yang perlu Anda lakukan pertama kali. Cermati lahan kosong di rumah Anda. Sesempit apapun tidak akan menjadi masalah. Anda bisa berkebun dengan bantuan pot. Tak peduli apakah Anda ingin membuat kebun bunga, sayur mayur atau buah-buahan. Tidak ada kendala sama seklai bila Anda menanam tanaman dengan bantuan pot. Saat ini sudah banyak yang menerapkan system tanam tabulampot (tanaman buah dalam pot).

Anda bisa mambuat piramida pot. Buatlah dari kayu atau besi dengan tiga atau empat tingkat. Sesuaikan panjang dan tinggi piramida dengan luas lahan kosong di rumah. Lebih baik memang membuat piramida sama panjang dari atas hingga bawah. Lebih efisien karena bisa memuat banyak pot. Yang lebih penting, Silahkan disesuaikan dengan anggaran keuangan keluarga Anda.

Jika Anda ingin menghemat, bisa membuat sendiri pot tanaman. Bisa dengan kaleng bekas cat, bekas wadah kue kering, botol mineral besar, bekas ember atau apa saja barang bekas yang ada di rumah bisa dimanfaatkan. Anda bisa juga melibatkan anak-anak untuk melukis pot-pot tanaman. Kebun Anda akan semakin indah meski hanya menempati lahan sempit di depan rumah. Anda juga bisa menempatkan pot gantung di teras. Rumah Anda bisa lebih sejuk dan nyaman.

Pemilihan Tanaman

Pilihlah tanaman yang Anda suka. Bisa menanam aneka bunga kesenangan Anda ataupun anggota keluarga lainnya. Anda juga bisa memilih menanam sayuran yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga, misalnya sawi, bayam, kangkung atau kacang panjang. Mungkin saja menanam cabe rawit yang harganya sering tiba-tiba naik. Anda juga bisa menanam bawang merah. Semuanya bisa ditanam di pot dan dapat menyemarakkan keberadaan kebun mini.

Bila Anda menginginkan menanam buah-buahan, tidak menjadi masalah. Silahkan pilih buah kesukaan Anda dan keluarga. Bibit pohon dengan cangkok atau stek bisa ditanam di pot dan lebih cepat berbuah dibanding dengan cara tanam biasa. Bahkan bisa menanam pohon duren di pot bekas drum. Yang penting Anda rajin merawat dan memaksimalkan potensi pohon buah-buahan tersebut. Jangan lupa untuk bersabar merawatnya hingga masa panen tiba.

Jika Anda merasa bukan orang yang telaten merawat tanaman, Anda bisa menanam jenis perdu. Berbagai jenis perdu lebih mudah perawatannya, seperti berbagai jenis suplir, sri rejeki atau beras tumpah. Anda hanya tinggal menyiram air secara teratur pagi dan sore. Jika musim hujan dan tanaman tersebut terkena air hujan, Anda tak perlu menyiramnya lagi. Letakkan pada tempat ynag cukup teduh. Ada juga jenis tanaman yang lebih berkembang subur bila terkena sinar matahari. Tanpa diberi pupuk, tanaman ini bisa tumbuh dnegan subur. Anda hanya mengontrol kebutuhan air saja. Daunnya juga cepat lebat. Rumah Anda akan segar dengan nuansa hijau dari kebun tersebut.

Cukup mudah bukan membuat kebun di rumah meski hanya memiliki lahan kosong yang sempit. Kebun mini ini selain bisa menyegarkan mata. Anda juga akan memperoleh pasokna oksigen yang berlimpah. Yang lebih penting lagi, Anda telah membantu mengurangi efek global warming di sekitar rumah. Apalagi kalau Anda mengajak serta tetangga. Hunian di lingkungan rumah tentu akan lebih asri dan menyejukkan bagi para penghuninya.

4 komentar:

Diah mengatakan...

Di rumah saya banyak tanaman, mbak. Mangga ada, jambu batu ada, delima juga. Kalo bunga2an, sebut aja. Mawar-melati, semuanya indah deh ;) Anggrek, kenanga, pisang-pisangan, sampe tanaman-tanaman nggak berbunga, Ivy, suplir. Rimbun deh. Tapi kalo musim kemarau, mesti rajin nyiramin tanaman deh ;)

Ugik Madyo mengatakan...

huaaaa nikmatnya punya banyak tanaman. Pengen ke rumah Mbak Diah nih. Pengen ngadem di kebun yang nyaman :)

Kereta Kehidupan mengatakan...

jadi teringat jiran saya di sebelah rumah, dia rajin sekali menanam sawi di bagian luar dan belakang rumahnya...sawinya banyak sekali, padahal sptnya ngga untuk dimakan hehehe. Rumah saya juga kecil tapi masih boleh untuk menanam palem dan beringin dan aglonema kecintaan saya.

Ugik Madyo mengatakan...

Wah hebat sekali. Kereen. Sebenarnya sesempit apapun lahan kosong di rumah bisa dimanfaatkan. Tergantung dari diri kita sendiri berarti ya?
Semoga semakin banyak rumah yang mempunyai kebun :)